Kuliah tamu baru saja digelar di pelataran Fakultas Pertanian, Menara IQRA’ Unismuh Makassar. Kegiatan berlangsung minggu sore (26/03) sekitar pukul 03.00 hingga pukul 05.30 WITA. Kuliah tamu ini, khusus membahas sektor pertanian di Indonesia menyangkut peran pertanian dalam membantu perekonomian nasional. Materi dibawakan oleh bapak Prof. Dr. Ir. Musa Hubeis, M.S Dipl.Ing., DEA, yang merupakan guru besar Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Satyagama Jakarta. Kegiatan ini juga dihadiri oleh ketua prodi ketiga jurusan Fakultas Pertanian, serta para dekan Fakultas Pertanian.
Kuliah tamu yang dilaksanakan kali ini bertema “Menjadikan Pertanian Sebagai Sektor Unggulan dalam Pembangunan Indonesia”. Dalam materinya, beliau memaparkan beberapa permasalahan – permasalahan yang menghambat proses perkembangan sektor pertanian di negara kita. Mulai dari kendala teknologi dan informasi, pengelolaan pertanian berkelanjutan, hingga kurangnya pengetahuan sumber daya manusia dalam lingkup pertanian.
Beliau mengungkapkan keprihatinan terhadap kekayaan dan potensi pertanian di Indonesia yang tidak maksimal karena kekeliruan pengelolaan. Menurutnya Indonesia hanya berfokus pada barang mentah untuk dijual kepada negara asing. Padahal, saat barang mentah dikelola menjadi barang jadi harganya bisa jauh lebih mahal dari sebelumnya. Kondisi demikian justru akan memberikan keuntungan besar bagi negara asing yang mengolah barang mentah yang mereka beli dan dijual kembali dengan harga yang fantastis.
Indonesia memang tertinggal dari segi peralatan dan sumber daya manusia, sehingga mengekspor barang mentah dan kepada negara asing dengan harga murah menjadi opsi teratas. Indonesia memiliki potensi di sektor pertanian jauh lebih baik dari Singapura. Namun karena kalah dalam kemajuan teknologi dan informasi, Indonesia hanya mampu menjual barang mentah ke Singapura dan membeli kembali barang jadi dari Singapura dengan harga yang lebih mahal. Jika terus bergantung seperti ini, secara tidak langsung kita telah memperkaya negara lain secara signifikan.
Meskipun sektor pertanian di negara kita telah memberikan sumbangsih terhadap sektor perekonomian nasional, tapi itu masih sangat minim jika dibandingkan dengan potensi pertanian di Indonesia yang merupakan salah satu yang terbesar di dunia. Indonesia merupakan yang terbaik di Asia dalam hal potensi pertanian, tapi masih tertinggal dalam pengolahan dan pemanfaatan hasil pertaniannya. Singapura yang hanya bermodalkan teknologi dan informasi rupanya bisa jauh mengungguli perekonomian Indonesia.
Bapak Prof. Dr. Ir. Musa Hubeis, M.S Dipl.Ing., DEA., menyampaikan agar sektor pertanian Indonesia lebih mandiri dalam mengelola hasil pertanian. Beliau juga mengharapkan agar Indonesia bisa mencetak generasi – generasi yang berkompeten dalam memanfaatkan kemajuan teknologi di bidang pertanian. “Pemerintah diharapkan bisa memanfaatkan lulusan Fakultas Pertanian untuk diberikan anggaran dalam mengembangkan komoditas yang ada didaerah masing – masing. Kedua, perlu diadakan pembekalan dan pelatihan. Yang terakhir, perlu dilakukan juga pemagangan di perusahaan – perusahaan pertanian yang sudah sukses” ungkap sang guru besar saat ditemui usai kegiatan ditutup.
Banyak pelajaran yang diberikan oleh bapak guru besar dalam kuliah umumnya. Diharapkan agar ada lagi guru besar – guru besar lainnya yang akan berbagi ilmu dan pengetahuannya kepada para mahasiswa di Unismuh. Sebagai generasi penerus, mahasiswa pastinya membutuhkan pengetahuan baru dari orang – orang yang berpengetahuan sebagai bekal di lapangan, sehingga mampu bersaing nantinya.

Penulis: Azkiah Kiki

Comments

comments

loading...