MAKASSAR- Sebanyak 22 mahasiswa kelas Pendidikan Anti Korupsi, Jurusan Ilmu Politik Pemerintah Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar melakukan kunjungan ke kantor Ombudsman RI (ORI) perwakilan Sulawesi Selatan, Kamis (8/6/2017).
Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Asisten Ombudsman, Dr Aswiwin Sirua SH MH. Di hadapan para mahasiswa, Aswiwin tak lupa menjelaskan UU ORI No 37/2008, yaitu UU Pelayanan Publik No 25/2009 dan UU Pemda No 23/2014.

Khusunya tentang lima bentuk mal administrasi dalam layanan publik seperti melawan hukum, melampaui wewenang, menggunakan wewenang untuk tujuan lain dari tujuan tersebut, kelalaian, dan pengabaian kewajiban hukum.

“Kunjungan ini bertujuan agar mahasiswa memahami fungsi ombudsman dalam mendorong pelayanan publik yang baik dan mencegah terjadinya korupsi, kolusi dan nepotisme, termasuk pungli didalamnya,” ujar Dosen Pembimbing Wiwin Suwandi kepada tribuntimur.com, Kamis.
Selain UU dasar pijakan Ombudsman dalam bekerja, Aswiwin juga menjelaskan perihal apa dan bagaimana Ombudsman melakukan pengusutan dan pemanggilan para oknum pelaku maladministrasi pada kantor-kantor layanan publik selaku terlapor.

Selain itu para mahasiswa juga diberitahu sejauh mana wewenang Ombudsman. Termasuk pemberian rekomendasi kepada instansi yg menjadi terlapor agar dilakukan perbaikan terhadap administrasi layanan publik dan pembinan terhadap pejabat/pegawainya.
“Pointnya adalah ORI berkewajiban melindungi hak-hak warga negara untuk mendapatkan layanan publik yg baik, tanpa korupsi,”tambah Aswiwin.
Selain mendengarkan pejelasan, para mahasiswa juga berkesempatan bertanya dan mengenal lebih jauh tentang Ombudsman.(*)

Comments

comments

Baca Juga :  Cerita Duta Bahasa Berbakat Sul-sel dan Rentetan Prestasinya
loading...