Corongonline.com-Momentum 1 Mei 2019 (May Day) merupakan momentum bersejarah untuk meneladani dan memajukan tradisi berjuang klas buruh dan rakyat tertindas di seluruh dunia untuk melawan kelas penghisap dan penindas.

Menjelang 1 Mei 2019, sampai saat Front Perjuangan Rakyat (FPR) wilayah Makassar terus melaksanakan berbagai rangkain kegiatan melalui kerjasama dengan berbagai organisasi sektoral anggota FPR ataupun jaringan organisasi lainnya dengan mengusung tema kampanye “Perkuat Persatuan Klas Buruh dan Kaum Tani serta Seluruh Rakyat Tertindas, Lawan Seluruh Kebijakan Rezim Jokowi yang Menindas Buruh dan Rakyat Indonesia”

Front Perjuangan Rakyat (FPR) Wilayah Makassar dengan berbagai data yang dikumpulkannya menganggap rezim Jokowi terus mengintensifkan perampasan tanah lebih sistematis melalui program reforma Agraria palsu dan perhutanan sosial. Tidak hanya itu, Yahya, salah satu Koordinator FPR Wilayah Makassar mengatakan bahwa program bagi-bagi sertifikat tanah sesungguhnya melegitinasi perampasan dan monopoli tanah yang semakin luas dan samasekali tidak mengatasi ketimpangan penguasaan tanah. Sebaliknya dianggap program tersebut semakin menjerat kaum tani dalam skema perampasan tanah ataupun pengangguran di pedesaan.

Tuntutan utama FPR Wilayah Makassar dalam momentun hari buruh nasional adalah menuntut perbaikan upah bagi klas buruh, menentang program reforma palsu, segera mewujudkan reforma sejati sebagai dasar bagi terbangunnya industrialisasi nasional yang kuat dan mandiri untuk terciptanya keadilan dalam kesejahteraan sejati seluruh rakyat Indonesia. Tuntutan ini menjadi dasar bagi persatuan politik perjuangan rakyat Indonesia.

*

Foto : Google

Comments

comments

Baca Juga :  Cerita Duta Bahasa Berbakat Sul-sel dan Rentetan Prestasinya
loading...